Sepintas, profesi bintang porno--yang dibayar hanya melakukan adegan intim dengan wanita seksi dan cantik--adalah pekerjaan enteng. Namun, kenyataannya tak seperti yang dibayangkan oleh orang-orang.
Dilansir dari New York Daily News, Shimiken melalui akun twitternya,mengaku tak sanggup jika harus melakukan syuting setiap hari. Pria berusia 35 tahun ini mengatakan, produksi film di Jepang sangatlah besar bahkan melebihi Amerika. Dalam setiap bulan tercatat 4.000 film keluar dan tak terbayang seperti apa kerja keras Shimiken.
Tak hanya itu, jumlah aktor pria untuk film porno di Jepang sangatlah kurang. Tercatat hanya 70 orang saja tak sebanding dengan pemeran wanita yang sangat banyak dan terus bertambah setiap tahunnya. Indsutri film porno Jepang sempat mencari pendaftaran untuk pemeran pria di beberapa filmnya untuk mengatasi krisis ini.
Meski mengeluh kelelahan, tetapi aktor yang dibayar sebanyak Rp 310 juta ini berpikir dua kali untuk berhenti dari pekerjaannya.
(Anu)
'
http://ift.tt/1LCXz0F'
kejar tayang sampai kopong dengkul


0 Response to "Bintang Bokep Jepang Mengeluh Harus Kejar Tayang Syuting"
Post a Comment